Si Gemuk Sejak Dini : AKU KORBAN BODY SHAMMING SEJAK DINI, INI KISAH KU

10:26 PM

regina napitupulu

Hello!

Waktu lalu aku sempat di hubungi oleh salah satu website yang membahas seputar kecantikan, fashion hingga encourage sesama perempuan. Aku diminta untuk sharing mengenai kehidupan aku yang pernah mengalami bullying hingga saat ini aku bisa menjadi beauty blogger dan mereka menyebutku juga sebagai plus size influencer.

Sebenarnya waktu wawancara aku menceritakan cukup banyak cara aku untuk bangkit namun, sepertinya tidak banyak di ulas. Di artikel tersebut juga aku belum membahas mengenai bullying apa yang aku alami di masa lalu aku. Hal ini membuat beberapa teman merasa penasaran dan bahkan membanding - bandingkan 'nasib' pembullyan aku dan dia. 

regina napitupulu
#reginapitootd

Di blog kali ini aku mau sharing, bullying apa yang aku hadapi. Tidak hanya itu, dampak di kehidupan aku dan bagaimana aku bangkit hingga sampai saat ini. Blog ini aku tulis, bertujuan untuk menyemangati kamu yang mungkin pernah merasakan atau bahkan merasakan hal serupa dengan aku. Aku ingin juga dari tulisan ku ini juga bisa menjadi pembelajaran buat kita hal - hal apa aja yang ternyata bisa melukai orang lain hingga berdampak besar ke kehidupannya.

Sebenarnya bullying yang dimaksud dari artikel ini lebih mengarah ke 'body' aku maka, akan lebih pas disebut "aku mengalami body shamming". So, mari kita bahas!

Aku bisa dibilang wanita yang selama ini hidup dengan tubuh gemuk. Pernah sih, merasakan tubuh agak kurusan di tahun 2015 - 2016 yang mana aku bisa pakai baju ukuran L kecil. Biasanya juga, paling kecil selalu L normal atau L besar. Jadi, bisa kebayang lah ya kira - kira gimana?

Di Bilang Mirip Boneka Susan?

regina napitupulu

Dari aku lahir, aku sudah gemuk. Mungkin kalau mau ekstrimnya lagi mungkin, udah dari janin kali aku gendut - sampai usia aku yang udah lebih dari seperempat abad ini. Rasanya gimana? ya, campur aduk pastinya. Waktu kecil pasti jadi kesenangan buat semua orang ya kan? Siapa sih yang tidak gemas melihat anak kecil lucu. Dulu waktu kecil itu pipi ku cempluk banget, ditambah badan juga 'gembul'. Tidak hanya itu, rambut aku panjang dan poni lurus sampai - sampai aku kecil selalu di panggil siapapun kayak Susan. Nah, buat anak 90-an pasti tau kan boneka Susan ?

regina napitupulu

Masuk ke SD...

Penyebab aku selalu benci pelajaran olahraga dan berujung aku males banget olahraga...
"Entar lemak ku bergoyang? entar gerakan ku keliahatan aneh?"

Kita skip aja kali ya beberapa tahun langsung aja ketika aku kelas 4 atau 5 SD. Sudah mulai nih, lawan jenis udah tau mana cewek cantik mana yang tidak. Mulailah, pasti anak - anak cowok suka banget kalau bermain sama cewek - cewek cantik. Mulai juga nih, dibilang mirip hal yang aneh - aneh mulai dari gembrot, gentong, gajah dan sebagai macamnya. Dibilang juga tidak bisa ini itu juga namun, yang memperparah adalah seorang guru olahraga yang ikut andil membody shamming ku. 

Setiap olahraga aku selalu merasa takut dan malu. Karena, setiap olahraga selalu saja guru olahraga ku ini menggoda sehingga membuat pusat perhatian teman - teman itu ke aku. Misalnya saja waktu peregangan dan ada gerakan memutar pinngang. Dia selalu bilang "ayo Regina, digoyang pantatnya (sambil ketawa - ketiwi) ; wah, ayo goyang inul dong!". Jujur aja, aku disitu menahan perasaan ku, tetap berusaha melakukan peregangan dan berharap cepat selesai. 

Pernah juga, waktu itu lagi ada hits sebuat sepatu di Bata dan banyak dari teman - teman menggunakan sepatu yang sama termasuk aku. Kalian tau ga sih, guyonan ke teman yang injak sepatunya kalau baru? Kalian tau, diantara semua yang pakai sepatu baru (termasuk baru) guru olahraga ku memilih aku untuk melakukan guyonan itu dan sepatu ku (lagi aku pakai) diinjak. Aku lupa apa kata - katanya sewaktu menginjak sepatuku, yang pasti kata - katanya tidak menyenangkan. Sementara cewek - cewek cantik dikelas ku lainnya tidak diperlakukan hal yang sama padahal, kita sama - sama pakai saepatu baru. Mau nangis? asli! mau banget! tapi, aku ga pernah nangis didepan umum jadilah aku tidak menangis.

Setelah dipikir - pikir, masa - masa SD ku ini cukup mengalami hal yang tidak menyenangkan oleh guru olahraga ku. Seperti saat melakukan roll, dan juga lari. Aku selalu di hina karena aku gendut maka dari itu aku tidak bisa roll. Aku selalu di marahi juga karena roll ku selalu miring. Tau ga sih? padahal, tidak ada berkewajiban setiap orang di dunia ini bisa melakukan roll? Kenapa ya harus menerima beberapa perilaku seperti itu? aku masih hanya anak kelas 5 SD.........

Dampaknya ke aku? tentu saja aku takut banget setiap pelajaran olahraga. Hal ini berlangsung sampai awal aku masuk SMA. Setiap mau pelajaran olahraga, selalu aja aku keringat dingin atau sakit perut! Selalu ngeluh pingin tidak masuk sekolah tapi, tidak mungkin untuk meninggalkan pelajaran lainnya. Puji Tuhan semasa SMA aku sudah berdamai dengan pelajaran olahraga karena, dapat guru olahraga yang fun dan santai! Bahkan, sampai sekarang kalau suka ketemu, mereka masih suka menyapa aku bahkan, inget sama cewek gemuk ini. Bersyukur! kepahitan ku dengan pelajaran olahraga ditebus dengan bertemu guru - guru olahraga ku di SMA. Tidak pernah sekalipun mereka menggoda fisik ku apalagi memarahi ku kalau aku tidak bisa melakukan olahraga yang mereka minta. 

Bibir Nyonyor!

Pernah ga kalian di godain teman kalian karena gendut sampai lari menyakiti fisik? 

Fiuhhhh......

Sewaktu SD aku selalu les sepulang sekolah dan selalu bermain hingga sore sampai akhirnya aku dijemput. Biasanya sambil nunggu dijemput aku selalu main ayunan atau persototan. Tak jarang juga aku ikutan main sepak bola bersama teman - teman aku. Pada suatu ketika saat aku menunggu jemputan ada teman aku yang mengejek aku gendut. Aku waktu itu cuma bilang, untuk jangan mengatakan seperti itu dan aku minta stop. Dia terus - terusan mengejek aku gendut. Mungkin dia kesel kali ya karena aku habis itu diem aja. 

Gak ada angin dan gak ada hujan, aku yang lagi duduk di ayunan di lempar bola voli. Jaman dulu yang dia lempar itu bukan bola voli kayak sekarang ini, karet. Bola volinya warna putih berat dan keras banget. Bola voli itu melayang ke wajah ku dan menyebabkan bibirku memar dan berdarah. Sakitnya luar biasa!!! aku sampai gemetaran! (duh, bahas ini rasanya pingin nangis sekarang hahaha MASA LALU RE!). Lalu, teman aku pergi begitu saja~ Ketika, di jemput mama aku dia tanya sih kenapa bibir aku memar. Bodohnya aku, aku diam saja dan tidak cerita. Aku hanya bilang kalau aku jatuh. (maaf ya ma... T.T)

Pulang Gereja, malah kepahitan~

Rasa pergi ke gereja seharusnya menjadi rasa sukacita baru untuk kita. Karena, kalau kita ke gereja serasa iman kita di charge lagi dan kita bisa berkumpul bersama teman - teman seiman. Namun, sering kali dulu menjadi hal yang tidak membawa sukacita bagiku. 

Pergi ke gereja tentu saja, pakaian kita akan beda dibanding pakaian kita sehari - hari. Pakaian yang dipakai tentu lebih formal, sopan dan mungkin feminim. Rasanya, semua orang berlomba - lomba ingin pakai pakaian terbaik untuk pergi ke rumah Tuhannya. Namun, karena hidup kita tidak bebas nilai dari orang. Tentu saja akan ada yang berkomentar~

Setiap pulang gereja selalu saja semua orang saling berjabat tangan dan berbicara. Biasalah, secara satu kali seminggu ketemu. Eh, malah - malah habis tanya kabar yang dikomentarin lagi - lagi fisik aku. Kata - kata yang selalu aku dapat "Ih, kamu kok makin gendut sih? / Kamu itu jangan makan banyak - banyak dong, makin gendut kan jadinya! / Kamu itu diet dong jangan makan aja kerjaannya! / Kamu itu jangan makan malam, biar ga gendut / Coba deh kamu kurusan, kamu pakai baju apa aja pasti cantik. / Kalau kamu kurus nanti, laki - laki mau lo sama kamu, biar ga susah cari jodohnya. / Emang ada ya baju ukuran kamu di jual di toko? Oh, aku pikir harus jahit khusus ke tukang jahit." dan sebagainya. Kata - kata ini bisa 1 atau bahkan 3 macam aku dengar setiap minggu. Aku cuma bisa jawab "iya / hehehe".

Terkadang kalau aku sudah benar - benar kesal ketika mereka bilang itu, aku selalu langsung tinggalin mereka. Aku tau pasti terlihat tidak sopan tapi, dipikiran ku yang egois ini selalu bilang "mau kamu tua apa muda, kalau kamu tidak bisa sopan ke orang lain aku juga tidak harus berperilaku sopan ke kamu kan?". Jujur, hal ini sebenarnya masih berlaku sama aku sampai detik ini. Namun, disini 'tidak sopan' yang dimaksud itu bukan kayak malah membentak atau memaki dan lainnya. Paling - paling itu juga aku langsung ninggalin ketika dia berbicara. Menurut aku sebenarnya itu juga udah ga sopan sih. Cuma, dari pada aku makin sakit hati?

Di Body Shamming oleh Keluarga Sendiri?

Kalau hal ini pasti udah pada ga heran kan? Terkadang mulut keluarga lebih kejam dibanding mulut tetangga ya kan? hahaha. Tapi, kadang - kadang juga sebenarnya tidak sekejam mulut orang lain, cuma rasanya lebih sakit. Kenapa? ya, karena seharusnya mereka yang support kita dalam kondisi apapun tapi, malah ikut - ikutan menyerang. Jadi, seakan - akan tak ada tempat yang mau menampung. (Apakah aku sehina itu? sampai keluarga ku sendiri gamau terima aku?) mulai kan loe over thinking!

Kisah dengan Laki - Laki . . . 

- "Kalau mau main - main jangan disini, ini hati bukan taman bermain" -

regina napitupulu
SMA - 2010 / 2011
Rasa ketidak percaya dirian ku sebenarnya sudah dimulai dari aku SD. Semakin menjadi - jadi sampai aku dewasa. Karena selalu mendapatkan perlakukan diasingkan karena bukan cewek cantik dan populer di sekolah. Selalu hanya menjadi bahan guyonan dan selalu menjadi tempat curhat para lelaki yang mengejar wanita lain. Hayo, siapa yang pernah jadi kayak gini juga? kebagian cuma dengerin curhat entar, kalau udah kelar curhatnya di buang lagi

Aku selalu menghibur diriku "yaudah gapapa, mungkin mereka butuh teman cerita. / yaudah, berati mereka nyaman menyampaikan masalahnya ke aku. / yaudah, berarti aku ada manfaatnya juga.". Yaudah, yaudah dan yaudah terdengar pasrah tapi setidaknya aku berusaha berpikir positif. 

Tapi, tentu aja hal - hal itu tadi membuat aku jadi waspada dan negatif thinking juga. Aku akan selalu berpikir kalau laki - laki bak tidak ada yang mau sama cewek seperti aku. Selain itu aku juga berpikir kalau laki - laki ini mendekat dengan ku kira - kira dia cuma mau main - main aja atau tidak. Aku selalu merasa laki - laki itu cuma mau bermain, tidak ada yang serius dan hanya mengisi kebosanan mereka saja. Hal ini, membuat aku itu jadi payah banget kalau mau berkenalan dengan cowok dan berbicara secara langsung. Aku hanya berani untuk chat atau sms aja waktu itu. Kalau seandainya ada yang ngajak ketemuan, aku selalu menolak mentah - mentah. Apalagi, kalau cowok diluar sekolah aku ya tapi parahnya lagi memang, walaupun satu sekolah pun aku tidak berani bertemu. Bahkan, hanya untuk di sapa pun aku bisa langsung lari atau menghindar kalau melihat mereka. 

Jadi, kira - kira kalau kayak gini kisahnya aku seumur hidup pacaran berapa kali ? ayo tebak.

Dampak Lainnya ?

Dampak dari ini semua adalah tentu rasa ketidak percayaan diri meningkat. Hal ini membuat aku malu dan takut melakukan apapun. Bahkan, aku bisa jantungan, keringat dingin dan sakit perut kalau ada guru yang bertanya kepada ku. Aku juga tidak berani presentadi di kelas saat SMA. Aku bisa sama sekali tidak mau berbicara dan bersembunyi di balik teman aku. Mungkin beberapa teman aku tidak begitu notice saat SMA. Tapi, itu sejujurnya yang aku rasakan. Lagipula waktu dulu aku SMA presentasi tidak begitu banyak. 

Di blog ini aku akan cerita sampai sini dulu aja. Karena, udah lumayan panjang dan baper aku ceritanya. Sebenarnya, aku sudah memulai menceritakan ini di Podcast aku Si Gemuk Sejak Dini. Tapi, baru beberpa episode aja dan belum lanjut. Sepertinya aku akan bahas melalu tulisan aja sampai kisah ku sekarang ini. Fun factnya ketika aku share ini sebenernya jadi teringat hal - hal apa aja yang membuat aku jadi begini dan cukup sedih. Walaupun sebenarnya aku sudah melupakannya dan menjadi versi terbaik diriku sekarang. 

Kita lanjut di next blog ya buat kisah ku dan penyelesainnya ! 


PODCAST SI GEMUK SEJAK DINI







You Might Also Like

2 comments

  1. Hai mba Re... Prihatin baca ceritanya. Sedikit banyak aku bisa ngerasain, Krn akupun dulu pernah di-bully. Tapi kalo mba re berkaitan ukuran tubuh, aku LBH ke warna kulit yg gelap.

    Sedih ya mba, kalo temen sendiri bahkan kluarga sampel melakukan body shaming. Dan aku berniat, anak2ku hrs diajarin sejak dini ttg menghormati orang lain, dan jangan pernah menghina siapapun. Aku tau sakitnya di posisi itu, JD aku ga pengen anak2 malah JD pelaku pembully.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mba.
      Mana sekarang anak - anak udah banyak pasti megang medsos. Udah banyak macam - macam bentukan orang. Tantangan buat kita lebih banyak menjelaskannya.
      Iya semoga anak - anak generasi yang akan datang lebih bisa menghargai dan memahami perbedaan ya

      Delete