Harapan Brand Kecantikan Saat Menghire Beauty Blogger | Ngopi Cantik #10

By Regina Napitupulu - 12:55 PM

Hello!
Di blog kali ini aku mau share ilmu yang aku baru dapatkan beberapa waktu lalu. Jadi, aku senang sekali karena aku berkesempatan mengikuti Ngopi Cantik Beautiesquad lagi. Buat teman - teman yang baru baca blog ku atau buat kalian yang belum pernah dengar apasih Ngopi Cantik Beautiesquad?
Jadi, Ngopi Cantik Beautiesquad ini semacam seminar online yang nantinya diselenggarakan di grup Whatsapp. Disana Beautiesquad akan membahas isu - isu penting atau yang berhubungan dengan beauty blogger. Tentunya disana Beautiesquad mengundang pembicara yang kompeten dengan topik yang akan di bahas. 

Ngopi Cantik Beautiesquad yang aku ikut kemarin ini merupakan Ngopi Cantik yang ke 10 dan sejauh ini semuanya menarik banget! Kalian penasaran tidak gimana cara ikutannya? Kalian bisa cek informasinya di Instagram Beautiesquad tentunya. Di Instagram Beautiesquad banyak info - info menarik dan tidak hanya itu juga ada kegiatan menarik sepeti makeup collab. Kalian bisa kunjungi Instagram Beautiesquad dengan link yang akan aku berikan di bagian akhir blog aku.   



Temang Ngopi Cantik Beautiesquad yang ke 10 ini adalah 'What Does Beauty Brand Expect When Hiring A Blogger' atau Apa sih yang di harapakan brand kecantikan pada saat menghire seorang beauty blogger. Nah, kali ini aku mau share apa yang aku dapatkan dari Ngopi Cantik ke 10 ini. Tentunya seperti yang aku sebutkan Ngopi Cantik ini diisi oleh narasumber yang kompeten dan kali ini narasumbernya ada kak Erny Kurnia selaku Brand Manager di salah satu brand kecantikan. So, langsung aja!

Sering kali mungkin di antara kita merasa kenapa si A banyak di ajak brand kerja sama atau sering kali brand itu menggunakan orang yang sama. Terus kita akan berpikir kenapa ya aku tidak di ajak kerja sama oleh brand dan sebagai macamnya. Tidak kita pungkiri terkadang kita bertanya seperti itu. Aku rasa wajar banget kita bertanya seperti itu tapi, bukan karna kita mau kecil hati ataupun berpikiran negatik kepada orang seperti si A tersebut. Tapi, lebih bagus kalau kita berpikir 'apa ya yang membuat brand menarik dari dia? kira - kira dalam diri ku dengan blog ku apa ya yang harus di perbaiki atau di tingkatkan'. Untuk mengawali pembahasan ini kak Erny mau membahas mengenai tujuan brand itu sendiri. Kemudian akan membahas kriteria brand, social media, ekspetasi brand dan lainnya. 

Apa sih, Tujuan Brand Mengajak Kerjasama Seorang Beauty Blogger?

Brand kecantikan mengajak kerjasama beauty blogger tentunya punya beberapa tujuan di antaranya : 

  • Meningkatakan Backlink ke Official Website Brand
Pasar brand sendiri di internet juga sangat penting. Makanya biasanya banyak brand yang minta backlink ke seorang beauty blogger agar memambantu mereka mendapatakan lalu lintas rujukan di internet. Tidak hanya itu, dalam hal ini juga bisa meningkatakan Domain Authority (DA) mereka. Jika semakin tinggi DA dan PA mereka maka akan semakin meningkat brand value mereka bahkan efeknya bisa untuk jangka panjang.

  • Meningkatakan SEO di Google
  • Memberikan Berbagai Macam Review
Sebelum membeli biasanya calon pembeli akan mencari - cari bagaimana sih review dari produk yang ingin mereka beli. Tentunya mereka tidak akan mencari hanya satu review melainkan, banyak review. Nah, semakin banyak review yang tersedia calon pembeli semakin tau gimana cara kerja produk dari brand tersebut. Sehingga, dalam hal ini calon pembeli bisa semakin ingin untuk membeli. Apalagi biasanya kalau di blog akan ada mencoba produk suatu brand 2 hingga 4 minggu dan biasanya setelah lewat sekian minggu maka kerja produk sudah terlihat.

Apa Kriteria Brand Saat Mengajak Kerjasama Seorang Blogger?

Menurut kak Erny, kriteria brand itu bisa berbeda - beda tergantung dari brand itu sendiri. Tapi disini kak Erny mau membagi kriteria yang umum, biasanya kriteria yang di harapakan ketika bekerjasama dengan seorang blogger.

  • Blogger TLD dan DA/PA Baik
Brand lebih suka memilik blog yang sudah memiliki platform sendiri / TLD. Biasanya blog ini di akhiri oleh .com / .net / .co.id dan lainnya. Tidak hanya itu DA/PA dari blog itu juga di lihat dan menurut kak Erny minimal DA/PA 12/20. Hal ini dianggpa penting karena bisa meningkatakan SEO dari website brand tersebut. Blog yang sudah TLD ini juga sudah terindeks oleh google sementara, yang belum TLD tidak terindeks dengan google sehingga menurut kak Erny akan percuma jika tidak terindeks dan DA/PA tidak memadai. 

  • Personal Branding Blogger
Menurut kak Erny seorang blogger harus punya personal branding yang kuat. Ini dapat dilihat dari blog serta social media seorang blog tersebut, sebaiknya selaras. Selain itu, brand juga akan cukup selektif memilih blogger yang di ajak kerjasama perihal ke aslian suatu produk yang di gunakan oleh blogger tersebut. Brand mau produknya aman dan tentunya para pembaca atau calaon pembeli jadi percaya kepada blogger tersebut. Sehingga, mampu mengedukasi dengan baik.

  • Apakah harus cantik?
Menurut kak Erny untuk mereview produk tentunya tidak harus cantik. Tapi, bisa saja dari beberapa brand berbeda dengan kriteria ini. Untuk brand yang kak Erny handle tidak mementingkan cantik atau tidaknya si blogger. Namun, lebih memilih blogger yang mampu sharing knowledge dengan baik. Tidak hanya itu brand juga mengharapkan blogger mampu memberikan pengalamannya selama pemakaian produk kecantikan.

  • Representatif
Blogger juga di tuntut mampu beberikan visual yang representatif dan clear. Harapannya para pembaca mampu melihat produknya dengan jelas dan tentunya menarik. Tidak harus menggunakan alat yang mahal untuk mengambil foto di blog tapi, yang penting jelas dan rapi. Tidak hanya itu tema dari blog tersebut juga berpengaruh karena, beberapa brand juga akan mencari kelas tertentu sebagai target market mereka. 

Apakah Blogger Harus Kuat di Social Media Untuk Di Ajak Kerjasama oleh Brand?

Menurut kak Erny seorang blogger perlu kuat secara branding namun, tidak harus sebagai selebgram. Menurut kak Erny akan berbeda goalsnya dari blogger dengan selebgram. Menurut kak Erny blogger juga perlu menggarap social media lainnya secara serius untuk mempertajam personal brandingnya. Dengan adanya berbagai macan media social yang di miliki blogger maka, akan semakin banyak kesempatan blogger bekerjasama di plastform lainnya. Selain itu, kita juga perlu menjaga ke aktifan kita di media sosial agar brand bisa menjadikan kita top of mind mereka. 

Apakah Blogger akan Mati, Seiring Berkembangnya Vlogger?

Menurut kak Erny blogger tidak akan mati karena, berkembangnya Vlogge rbelakangan ini. Karena, menurut kak Erny platform berbeda juga pasti tujuannya akan berbeda dan begitu juga dengan potensial customer mereka. Namun, menurut kak Erny semuanya kembali ke brand karena, ada beberapa PIC brand yang menangani kerja sama dengan blogger kurang memahami apa yang brand sendiri butuhkan. Memang kalau mau di bilang trend sudah ke ranah lain yaitu vlogger. Namun, seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa memiliki tujuan yang berbeda sehingga masih di butuhkan.  

Apa Ekspetasi Brand saat Mengajak Kerjasama dengan Blogger?

  • Blogger bisa menjadi ambasador dari sebuah brand 
Hal ini blogger bisa menyampaikan product knowledge yang sudah disepakati. Disini para blogger bisa menjelaskan dengan baik seperti deskripsi produknya, ingredients, rasa ketika menggunakan produk hingga, kelebihan den kekurangan produk tersebut. Tapi, tidak jarang ada beberapa brand yang tidak mau diungkapkan kekurangan dari produknya. Hal ini bisa dikomunikasikan dengan baik kepada brandnnya. Selain itu bisa membuat negosiasi di awal kepada brand tersebut sehingga, tidak merugikan kedua belah pihak.

  • Terjalin Simbiosis Mutualisme
Blogger dan brand pasti memiliki kepentingan masing - masing. Sehingga, harapannya dalam masa bekerjasama sifatnya profesional.

  • Membantu Brand Meningkatkan Brand Value dan Branding Position
Hal ini juga erat terkait dengan personal branding dari blogger tersebut. Hal ini mengacu ke kriteria blogger yang diajak berkerjasama oleh brand. 

Apakah Brand Mengetahui Blogger yang Membeli Followers?

Untuk di tempat kak Erny bekerja team yang menghandle kerjasama dengan blogger tentunya melakukan pengecekan. Team di kantor kak Erny ini disebut sebagai influencer marketing yang mana ini merupakan salah satu job desk mereka. Influencer marketing ini akan melakukan research terlebih dahulu sebelum memilih blogger yang akan di ajak bekerjasama. Untuk hal ini, bisa dilihat dari postingan - postingan blogger di Instagram mereka apakah related produk yang di review dengan kesulurahn kontennya. Tidak hanya itu team ini juga akan cek mengenai komen dari postingan Instagramnnya. Menurut kak Erny kalau bisa kita tidak sering - sering mengikuti Instagram POD karena, kebanyakan komen yang diberikan tidak sesuai dengan konten. 

Apa yang di Lihat Brand Setelah Bekerjasama dengan Blogger?

Penilaian dari brand ada macam - macam salah satunya page views dari blog itu sendiri. Tapi, menurut kak Erny kalau di kantornya page view bukan menjadi hal utama. Menurut research dari kantor kak Erny blog akan bagus menunjukkan page view itu setelah 3 bulan masa tayang. Sementara itu untuk mengambil data lagi di 3 bulan sesudah itu cukup menyita waktu.

  • Cara Penulisan
Ini sangat penting menurut kak Erny karena, dilihat seberapa paham blogger ini dengan penulisan kaliamt efektif. Tidak hanya itu kalau sekali diajak bekerjasama dan tulisan blogger susah di pahami makan brand biasanya tidak ingin mengajak bekerjasama kembali. Hal ini membuat brand khawatir apa yang di tulis blogger tidak sampai kepada calon pembeli. 

  • Foto Pendukung
Visualisasi dalam blog juga sangat penting untuk menggambarkan produk yang di review. Menurut kak Erny, tidak masalah dalam penggunaan device apa untuk mengambil fotonya. Hal terpenting adalah gambar yang di paparkan jelas. Namun, harusnya juga sesuai dengan fee yang di dapat blogger dengan yang di sugguhkan blogger. Selain itu, kita juga harus rajin mengambil gambarnya (detail) agak bisa mendukung penjelasnnya.

  • Apa yang di Sampaikan Blogger Sesuai atau Tidak
Dalam hal ini juga sangat penting seperti cocok atau tidaknnya produk yang blogger pakai. Tidak hanya itu bagus atau tidak dan apakah itu sesuai dengan yang di katakan atau hanya bilang saja. 


  • Saling Profesional
Harapan dari brand dan juga pasti harapan dari blogger sendiri tentunya bekerjasama secara profesional. Disini sebelum memulai kerja sama semua negosiasi dieselesaikan hingga, kedua belah pihak setuju. Harapannya dari awal hingga akhir kerjasama tidak ada perubahan yang merugikan salah satu pihak ataupun keduanya. Selain itu sikap profesional juga tetap dilakukan setelah kerjasama, dimana tetap juga menjaga nama baik kedua belah pihak.


Nah, itu dia kira - kira harapan brand saat menghire blogger untuk bekerjasama. Aku senang sekali mendapat ilmu ini, karena ini sangat amat berguna banget buat di kehidupan bloggerku. Terima kasih Beautiesquad yang sudah memfasilitasi dan begitu juga kak Erny yang sudah mau berbagi ilmunya kepada kita. Buat teman - teman yang masih bingung boleh banget tanya atay bahkan mau sharing di kolom komen ya.


Thanks to,
Erny Kurnia

x

Beautiesquad


  • Share:

You Might Also Like

1 comments