Backpacker ke Pulau Pahawang, Sebuah Pengalaman Tak Terlupa

12.39


Salah satu destinasi wisata unggulan Kota Lampung yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Pahawang. Keindahannya tak terbantahkan, bahkan patut disandingkan dengan pulau-pulau cantik lain, seperti Bali dan Lombok. Untuk itulah, di musim libur kuliah kali ini, saya dan teman-teman memutuskan untuk backpacker-an ke pulau yang terletak di Lampung selatan ini.

pulau-pahawang

Source : tribunnews
Karena ini adalah perjalanan ala backpacker, kami memilih untuk ngeteng  (berpindah-pindah transportasi) dibandingkan dengan menaiki pesawat. Meski memang, kala itu sangat memungkinkan bagi kami untuk memanfaatkan layanan Airy dan mendapatkan tiket pesawat promo ke Lampung. Hanya saja, kami ingin belajar dan mendapatkan pengalaman lebih dari hal-hal sederhana di sepanjang perjalanan.

Perjalanan dari Jakarta
Sekitar jam 7 malam, kami menaiki bus dari Terminal Rambutan menuju kawasan Merak dengan ongkos tak lebih dari Rp40.000 per orang. Perjalanan darat ini membutuhkan waktu sekitar 3 jam, sehingga kita tiba di Merak antara jam 10-11 malam.


Sesampainya di sana, kami diharuskan untuk membeli tiket kapal penyeberangan (ferry) Merak-Bakauheni sebesar Rp15.000. Jika ingin menikmati kenyamanan kelas bisnis yang bebas asap rokok, ada tambahan biaya sebesar Rp10.000. Dan kami memilih kelas bisnis agar bisa bersantai dan beristirahat dengan tenang. Setelah kira-kira 2-3 jam perjalanan, kapal pun merapat di Pelabuhan Bakauheni dan kita telah berada di pintu masuk menuju Pulau Sumatera.

Perjalanan Bakauheni - Pahawang
pulau-pahawang

Source : triptrus
Setibanya di Bakauheni sekitar jam 2-3 dini hari, kami memutuskan untuk stay di ruang tunggu pelabuhan terlebih dulu. Selain bisa beristirahat, di sini kita juga bisa men-charge HP atau powerbank sembari menunggu waktu pagi. Kira-kira setelah fajar menyingsing atau sekitar jam 04.30 pagi, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus ekonomi untuk menuju Kota Bandar Lampung.
Kurang lebih 3 jam, kami tiba di Terminal Rajabasa dan kemudian kembali melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot jurusan Rajabasa-Tanjung Karang. Berhentilah di pasar bawah Ramayana, dan naik angkot jurusan Tanjung Karang-Teluk Betung. Baru setelah tiba di Dermaga Ketapang, kita bisa menyewa kapal menuju Pulau Pahawang.

Nah, ketika akan menyewa kapal ini, sebisa mungkin keluarkanlah jurus nego terbaik agar bisa mendapatkan harga yang ramah kantong. Umumnya, para penyewa kapal akan mematok harga antara Rp150.000-Rp200.000. Ada pula yang langsung menyediakan paket perahu+snorkeling, atau juga beserta tiket masuk pulau dan spot snorkeling/diving. Waktu itu, kami bertujuh mendapat harga Rp180.000 untuk perahu dan alat snorkeling.

Menjelajahi Pulau Pahawang
pulau-pahawang

Source : galeriwisata
Setelah tiba di Pulau Pahawang, kami langsung disuguhi dengan hamparan pasir putih yang berpadu dengan birunya air laut. Beruntung juga cuaca hari itu sangat cerah, serta laut dalam kondisi normal. Dalam artian, air laut tidak pasang dan gelombang ombak tidak terlalu besar. Sebuah kondisi yang sangat cocok untuk melakukan aktivitas diving dan snorkeling.

Namun sebelumnya, kita memutuskan untuk beristirahat terlebih dulu di penginapan yang telah di-booking. Penginapannya terbilang sangat sederhana, jika dibandingkan dengan resort-resort yang biasanya menghiasi pulau-pulau cantik.

Setelah rehat sejenak, kami pun tak sabar untuk segera menikmati pemandangan alam bawah laut dari pulau yang satu ini. Akhirnya, kami menuju spot snorkeling pertama yang berada tak jauh dari penginapan. Tak lupa, kami membawa perlengkapan yang dibutuhkan, seperti alat snorkeling, kamera underwater, uang untuk membayar spot, dan makanan. Perlu diketahui bahwa di setiap spot kita diharuskan untuk membayar uang sebesar Rp30.000.

Jika dikalkulasi, biaya tersebut tergolong lumayan mahal. Bayangkan jika kita mengunjungi 5 spot atau lebih, berapa uang yang harus dikeluarkan hanya untuk membayar area snorkeling. Namun, jika dilihat dari keindahan yang ditawarkan, menurut kami harga tersebut sebanding. Bagaimana tidak, selain bisa menikmati cantiknya terumbu karang, kita juga bisa berfoto dengan latar sebuah papan bertuliskan 'Pulang Pahawang Wisataku'. Tak hanya itu, kita pun bisa melihat secara langsung penangkaran ikan nemo. Sungguh, sebuah pemandangan yang luar biasa, bukan?

Itulah pengalaman kami ketika mengunjungi Pulau Pahawang, Lampung. Rasanya tidak akan pernah puas mengunjungi tempat indah yang satu ini. Oleh sebab itu kami berjanji dalam hati akan kembali ke pulau yang satu ini suatu saat nanti. Apalagi saat ini banyak agen travel online yang memberikan diskon tiket pesawat ke berbagai destinasi wisata di Indonesia. Tunggu cerita perjalanan kami yang lain, ya!

You Might Also Like

0 komentar

Tweet Me!

friends